8 Langkah Untuk Mengembangkan Visi Fotografi Anda

Seorang penulis buku memiliki apa yang mereka sebut “suara penulis”. Bagi mereka, hal tersebut adalah yang paling penting yang harus mereka kembangkan untuk menjadi penulis sukses. Bagi Anda, sebagai fotografer, Anda harus belajar untuk mengembangkan versi Anda sendiri “suara penulis” – dan yaitu visi fotografer Anda.

Artikel ini akan menjelaskan 8 langkah yang akan membantu Anda untuk mengembangkan dan menumbuhkan visi fotografer Anda dan memungkinkan Anda untuk tumbuh menjadi fotografer yang Anda harapkan.

Langkah1: Belajar Melihat (Learn to See)
Learn to See: Visi fotografer Anda adalah kemampuan Anda untuk “melihat” dunia secara terbuka dan apa adanya tentang keindahan segala sesuatu yang ada di sekitar Anda
Sumber foto: Steve took it
Hal pertama yang perlu diingat ketika mengembangkan visi fotografer Anda adalah mengenali bahwa kemampuan Anda yang sedang berkembang adalah kemampuan Anda untuk MELIHAT (SEE). Sekarang, banyak dari Anda mungkin berseru, “Aku sudah tahu bagaimana untuk melihat.” Tapi melihat dalam pengertian ini, bukan hanya proses melihat begitu saja dengan mata Anda.

Sebagai seorang fotografer, “melihat” adalah campuran “penglihatan” Anda secara fisik ditambah “visi” mental Anda . Ini adalah kemampuan untuk melihat hal-hal sebagaimana adanya kepada Anda, tanpa filter dari apa yang Anda pikirkan seharusnya. Ini adalah proses penggabungan tentang semua yang Anda pikirkan dan yang Anda lihat, dan benar-benar melihat dunia ini apa adanya. Ini bukan tentang menambahkan lebih banyak, tetapi tentang melihat dengan “kejelasan.”

Langkah 2: Lihat Sekitar Anda (Observe Your Surroundings)
Cara yang baik untuk berlatih meningkatkan kemampuan Anda melihat dan visi fotografer Anda adalah dengan mengamati hal-hal di sekitar Anda. Anda dapat melakukan hal ini setiap saat dan tanpa memelukan waktu ekstra, yang diperlukan adalah sedikit “perhatian” ekstra.

Dalam kehidupan Anda sehari-hari, cobalah lakukan pengamatan terhadap lingkungan Anda. Lihatlah apa yang ada di depan Anda. Tanyakan kepada diri sendiri, “apa yang saya lihat? Apa yang saya cari? Dan kemudian dengarkan suara hati Anda, bukan suara pertanyaan Anda, tetapi suara hati diam Anda – suara yang memiliki jawaban.

Langkah 3: Terpesona Dengan Hal Yang Biasa (Became Fascinated with Normal)
Became Fascinated with Normal: Bila Anda belajar untuk MELIHAT dengan hanya mengamati sekeliling Anda, Anda akan menjadi terpesona dengan sesuatu yang biasa.
Sumber foto: Bossbob50

Salah satu hasil dari teknik sederhana mengamati lingkungan Anda adalah bahwa Anda akan menjadi terpesona dengan segala sesuatu yang Anda lihat. Ketika Anda mulai mengamati sekeliling Anda, Anda akan mulai menghargai dunia yang Anda lihat di depan mata Anda. Ketika Anda mulai menghargai keindahan di dunia, Anda mulai melihat secara berbeda. Tiba-tiba, segala sesuatu menjadi indah. Apa pun bisa menjadi seni. Semuanya hidup dan mengalir dengan keindahan yang megah dan Anda, sebagai fotografer, ingin menangkap keindahan yang di gambar Anda. Sebuah pemandangan bukan hanya berupa gunung dan danau, tetapi hasil dari kekuatan revolusi triliunan tahun yang lalu yang membuat kehidupan di bumi menjadi mungkin. Dan kemudian Anda melihat keindahan sederhana dari senyum, keindahan menatap mata seseorang, keindahan pohon, bunga. Semua hal menjadi indah.

Langkah 4: Perhatikan Karya Foto Yang Anda Kagumi
Sebuah cara yang bagus untuk mengembangkan visi fotografer Anda adalah memperhatikan apa yang Anda suka dalam karya-karya fotografer lain yang Anda kagumi. Tanyakan kepada diri sendiri, “Apa yang membuat saya suka terhadap foto ini?”. Lihatlah ciri-ciri, karakteristik dan kualitas foto yang mereka miliki, kemudian gabungkan elemen-elemen tersebut kedalam Anda sendiri.
Ketika Anda dapat belajar untuk menghargai seluk-beluk dan rincian dalam karya orang lain, Anda akan mulai menghargai Anda sendiri.
Langkah 5: Jadilah Pelatih Bagi Diri Sendiri
Setelah Anda telah mengembangkan teknik fotografi dan mengaplikasikannya dalam sebuah foto, langkah selanjutnya adalah menjadi pelatih bagi diri Anda sendiri untuk menganalisa foto yang Anda hasilkan. Proses analisis diri akan membantu Anda untuk melihat apa yang Anda sukai tentang foto Anda sendiri. Hal-hal yang Anda suka, Anda pertahankan dan lakukan pengembangan diri. Hal-hal yang Anda tidak suka, Anda buang dan lakukan pengerjaan ulang.
Langkah 6: Dengarkan Intuisi Anda
Sering kali dalam proses meninjau kembali hasil foto Anda, Anda akan menemukan pertanyaan yang Anda tidak bisa menjawab. Sering terdengar sesuatu seperti: “Apakah saya menyukai ini, atau apakah saya menyukai itu?” “Mana yang lebih baik, yang ini atau yang itu?”. Pada saat ini, Anda mungkin merasa terjebak. Anda mungkin merasa perkembangan Anda terhenti karena Anda tidak bisa menyelesaikan dilema ini. Anda tidak yakin dari arah mana Anda untuk mengambil foto.

Jika Anda menemukan diri Anda dalam situasi seperti ini, jawaban terbaik untuk Anda adalah untuk “mendengarkan intuisi Anda”. Intuisi Anda adalah “suara hati” yang tahu semua jawaban. Cara terbaik untuk mendengarkan intuisi Anda, adalah untuk diam dengan itu.

Langkah 7: Minta Masukan
Cara lain yang berguna untuk membantu Anda tumbuh dan berkembang dengan visi fotografi Anda, adalah dengan meminta orang lain untuk berpendapat tentang foto Anda atau lebih khusus lagi, meminta pendapat dari orang yang Anda kagumi dan percaya.Untuk menggunakan teknik secara tepat, penting Anda ingat bahwa pendapat mereka adalah untuk membantu Anda menjadi lebih baik. Anda bisa meng-upload foto hasil karya Anda melalui jejaring sosial seperti Facebook dan kemudian minta masukan dari orang-orang yang sudah lama berkecimpung di dunia fotografi. Semakin sering Anda melakukan teknik ini, kemampuan visi fotografi Anda akan cenderung meningkat.
Langkah 8: Praktekkan
Semua pengamatan, analisis, dan kritik tidak akan berguna jika Anda tidak mempraktekannya. Pada titik tertentu, Anda harus mencobanya, jangan sampai terjebak dalam proses belajar sehingga lupa akan tujuan awal Anda. Bayangkan seorang penulis yang tidak menulis, Dia mungkin penulis terbaik di dunia, tetapi jika dia tidak menulis apa pun, itu takkan ada gunanya itu?

Visi fotografer Anda hanya dapat dimanfaatkan jika Anda membuat foto-foto yang mencerminkan visi tersebut. Oleh karena itu, tindakan yang paling penting Anda ambil sebagai fotografer adalah dengan hanya memotret.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s